Login

HomeBeritaBELAJAR BERTANI ORGANIK

BELAJAR BERTANI ORGANIK

Gaya hidup sehat dengan slogan “ Back to natural “

menjadi trend baru masyarakat modern dan global saat ini. Untuk itu perlu dipahami dan dimengerti oleh custumer dan produsen pangan organik, bahwa bahan pangan ( produk tanaman pangan, hortcultura atau yang lain ) yang disampaikan organik tidak cukup di claim bahwa hasil pertanian tersebut merupakan produk organik melainkan proses produksi untuk menghasilkan bahan pangan tersebut yang menjadi kuncinya sebagai penjamin mutu dan sertifikasi.

Dalam proses produksi yang harus diperhatikan :

  1. Benih / bibit yang digunakan tidak boleh berasal dari produk rekayasa genetika( Genetically modified organism / GMO )
    1. Benih / bibit yang digunakan harus berasal dari produk pertanian organik.
    2. Jika benih/bibit yang berasal dari pertanian organik tidak tersedia maka :
    3. Pada tahap awal bisa digunakan benih atau bibit berasal dari perlakuan dengan tidak menggunakan bahan yang dilarang dalam produksi pertanian organik.
    1. Jika tidak ada bisa menggunakan benih atau bibit yang diberi perlakuan dengan bahan yang direkomendasikan penggunaannya untuk proses produksi pertanian organik.
    Produksi bibit / pembenihan
  2. DISARANKAN

    DIBATASI

    DILARANG

    Media: Tanah bebas kontaminasi, palm peat, &serbuk gergaji organik.

    Irigasi air alami

    Leguminokulan

    Fumigasi: Sterilisasiuap

    Media: Pasir sungai, gambut

    Foliar feeding

    Kalium permanganat

    Sengoksida

    dll

    Media: Sistem hidroponik

    Disiram dengan air dicampur pupuk kimia

    Fumigasi menggunakan methyl bromide

    Penggunaan bahan GMO

B. Lahan

  1. Lahan yang digunakan untuk produksi pertanian organik harus bebas dari bahan kimia sintetis (pupuk dan pestisida).
  2. Jika lahan yang akan digunakan untuk produksi pertanian organik berasal dari lahan yangsebelumnya digunakan untuk produksi pertanian non-organik, maka lahan tersebut harus dilakukan konversi dengan ketentuan sebagai berikut:    

Masakonversi harus cukup lama hingga terbentuk kesuburan tanah untuk menunjang system pengengolaan pertanian organik.

Masa Konversi

  1. Untuk tanaman semusim diperlukan masa konversi minimal 2 (dua) tahunsedangkan untuk tanaman tahunan diperlukan masa konversi minimal 3 (tiga) tahun. Bergantung pada situasi dan kondisi yang ada, masa konversi bisa diperpanjang atau diperpendek namun masa konversinya tidak boleh kurang dari 12 bulan;
  2. Lahan yang telah dikonversi atau yang sedang dikonversi ke produksi organik tidak boleh dirubah bolak-balik antara organik dan konvensional.

Jika dalam suatu hamparan, konversi lahan tidak dilakukan pada saat yang bersamaan, maka perlu ada pemisahan yang tegas antara lahan organik dan non-organik untuk menghindari kontaminasi dari lahan non-organik ke lahan organik.

 pariwisata
 BKP3
 dikpora-link
 DISHUB2
disnakertrans-link
hutbun
kpm-link
KPPT
lpse-link