Login

HomeBeritaCARA BIJAK MENGHADAPI GEJOLAK HARGA CABAI RAWIT

CARA BIJAK MENGHADAPI GEJOLAK HARGA CABAI RAWIT

LONJAKAN harga cabai rawit ibarat kado awal tahun yang membuat Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri harus bekerja ekstra keras untuk menghadapinya.


         Hampir setiap tahun fluktuasi harga cabai terus terulang bahkan cabai menjadi langganan penyumbang inflasi secara nasional. Dalam satu tahun harga cabai bisa ke titik terendah bahkan dalam tempo singkat bisa berbalik arah ke posisi tertinggi.
         Penyebabnya karena pasokan yang fluktuatif, di sisi lain permintaan terus terjadi sepanjang tahun. Suplai cabai tak sepenuhnya tersedia sepanjang tahun karena ada faktor musim, belum lagi karena faktor penghambat produksi seperti hama, musim kemarau, hingga musim hujan pun jadi masalah pasokan cabai.
        Berdasarkan data Bulan Januari 2017 harga rata-rata cabe rawit merah mencapai Rp. 84.000,- . meskipun konsumsinya tidak sebesar cabe merah besar atau keriting, yang harganya rata-ratanya dibulan Januari antara Rp 20.500,- /kg. Cabe ini penting karena memberikan rasa pedas, terutama untuk pedagang makanan dengan berbagai level.
GRAFIK RERATA BULANAN harga cabai rawit mulai tahun 2008- Januari 2017 tingkat Petani

 grafik

Beberapa upaya yang harus didorong menyikapi lonjakan harga, misalnya:
1. Mendorong sistem pertanian kontrak untuk meningkatkan stabilisasi stok dan harga. Dimulai dengan gerakan registrasi penggunaan lahan secara baik di setiap daerah.
2. Memperbanyak produksi cabe olahan (kering, beku, giling)
3. Melakukan gerakan massive untuk penanaman cabe, baik rawit atau merah besar dalam pot, pekarangan dll. Dengan ini, keamanan produk lebih terjamin (organik)
4. Mendidik konsumen untuk menggunakan berbagai produk olahan cabe

 Pertanyaan "Sudah bijakkah kita dalam berusaha tani cabe?"

 pariwisata
 BKP3
 dikpora-link
 DISHUB2
disnakertrans-link
hutbun
kpm-link
KPPT
lpse-link